Eksperimen #1 : Rangkaian Listrik Lampu

23/07/2021 By sandy_sheva 0

Pertama, kamu harus pilih akan menggunakan batere 9V atau power supply. Jika menggunakan batere, pastikan selalu melepaskan batere dari klipnya jika tidak digunakan/ pada saat memasang rangkaian pada breadboard. Pasang kabel merah dari klip batere pada lobang j4 dan kabel hitam untuk lobang (-) 3.

Sekarang pasang komponen pada breadboard, mengikuti daftar berikut (langkah awal adalah memasang batere/ power supply yang sudah kamu lakukan diatas), ini selanjutnya kita sebut sebagai daftar cek rangkaian (bagian bawah kiri). Ketika kamu selesai memasangnya, maka diagram akan terlihat seperti gambar dibawah kanan).

Perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan eksperimen ini dapat dibeli pada KlinikRobot.com

Daftar cek rangkaian dan diagram rangkaian memperlihatkan kepada kamu sebuah cara menghubungkan komponen elektronika pada breadboard. Ada banyak cara koneksi lainnya yang juga benar. Hal terpenting adalah koneksi rangkaian yang diperlihatkan pada skematik rangkaian (lihat bawah)

Tekan saklar untuk menghidupkan LED, ketika saklar dilepas untuk mematikan LED. LED mengubah energi listrik menjadi cahaya, seperti lampu di rumah kamu. Kamu juga dapat mengumpamakan LED sebagai meteran air sederhana, dimana ketika arus listrik meningkat pada aliran kabel, menghasilkan cahaya LED yang lebih terang. Diperlihatkan kembali pada gambar dibawah.

Perhatikan pada diagram aliran air berikut, memperlihatkan aliran air dari pompa melewati pipa, keran, bebatuan, meteran air, dan kembali ke pompa. Sekarang bandingkan dengan rangkaian listrik disebelahnya (disebut skematik). Skematik adalah “peta” untuk rangkaian listrik dan digunakan oleh semua para perancang alat listrik dan teknisi mulai dari peralatan eksperimen ini sampai kepada komputer super tingkat tinggi. Skematik memperlihatkan aliran listrik dari batere, saklar, resistor, LED, kabel, dan kembali ke batere. Skematik menggunakan simbol-simbol untuk batere, saklar, resistor, dan LED (seperti yang telah dibicarakan sebelumnya). Perhatikan bahwa sederhana dan mudah membandingkan skematik rangkaian listrik dengan diagram aliran air, itulah sebabnya kita menggunakan perbandingan tersebut.

Sekarang kamu akan melihat bagaimana dengan menganti nilai tahanan pada rangkaian akan meningkatkan arus listrik yang mengalir pda rangkaian tersebut. Tekan saklar kembali dan perhatikan tingkat kecerahan (terang) daripada cahaya LED. Lalu, cabut resistor 10kOhm dan ganti dengan resistor 1kOhm (bewarna coklat-hitam-merah-emas) pada lobang yang sama (j5 dan j9). Tekan kembali saklar. Cahaya LED sekarang lebih terang seharusnya, apakah kamu tahu penyebabnya? Kita menggunakan nilai tahanan yang lebih rendah (analogi bebatuan dikurangi jumlahnya), sehingga aliran arus listrik yang mengalir lebih banyak (air yang mengalir lebih banyak pada pipa), sehingga cahaya LED menjadi lebih terang. Sekarang ganti resistor 1kOhm dengan resistor 100kOhm (berwarna coklat-hitam-kuning-merah-emas) dan tekan saklar kembali. Cahaya LED tetap keluar, tetapi akan terlihat sangat redup/ hampir tidak terlihat jika cahaya lingkungan ruang eksperimen cukup terang.

Selamat! Kamu baru saja berhasil untuk pertama kalinya membangun rangkaian listrik!