Apakah bisa kita mengukur/ memeriksa kualitas udara untuk mendeteksi ukuran virus corona di udara ?

Melihat kewaspadaan terhadap virus #coronadiIndonesia membuat kami melihat kedalam bagaimana mencegahnya dan memonitor nya (self monitoring), bukan dengan berbondong-bondong menimbun, membeli dan menggunakan masker, tetapi kita berpikir secara logis saja sbb:

1. Kita pahami bahwa virus corona memerlukan droplet (hasil bersin/ esesi dari saluran pernafasan manusia) dan tidak terbang-terbang seperti halnya nyamuk DBD (deman berdarah dengue). Ukuran corova virus sendiri sekitar 0.1um (micrometer), sedangkan droplet berukuran 1um sd. 10um+.

2. Menggunakan masker yang ada dipasaran kebanyakan membicarakan banyak lapisan (misal : 3 ply), kemudian masker N95 (95% tersaring), tapi apa artinya kalau lubang masker masih lebih besar daripada ukuran droplet maupun virus corona (masih banyak saja yang berbondong-bondong menimbun, membeli, dan menggunakan masker).
Menurut referensi : https://www.envirosafetyproducts.com/resources/dust-masks-whats-the-difference.html disebutkan bahwa semua rating masker hanya mampu memfilter 0.3um (mau rating 95%, 97%, 99%, 100%), alhasil droplet memang tertahan (mungkin), tapi karena nempel dimasker, virus corona (sebesar 0.1um)langsung masuk melalui celah masker.

  • 95 – Removes 95% of all particles that are at least 0.3 microns in diameter.
  • 99 – Removes 99% of particles that are at least 0.3 microns in diameter.
  • 100 – Removes 99.97% of all particles that are 0.3 microns in diameter or larger. HE or HEPA quality filter.
Tabel ukuran droplet jika tidak menggunakan masker keluar dari hidung/ mulut
Tabel ukuran droplet hasil dari bersin yang keluar melalui masker

3. Dengan menggunakan alat air quality sensor, dimana kita bisa menghitung, memonitor jumlah partikel terbang di suatu ruangan, kita bisa pastikan (tanpa menggunakan masker) bahwa udara bersih diruangan tersebut. Caranya ? Sederhana :

(a) Menggunakan sensor partikel debu/ dust sensor mampu mendeteksi 1um (micron) debu/ partikel yang tersebar dalam sebuah ruangan (menghitung sd. 28000pcs/ Liter udara atau 8000pcs / 0.01cf). Satuan cf = satuan partikel per 1/100 dari cubic foot (1 cf = 28 liter = 1 galon air minum)
0-500pcs/ 0.01 cf = udara ruangan bersih; 500-1500/ 0.01cf = kurang dibersihkan; 1500-4000/ 0.01cf = perlu segera dibersihkan; 4000+/0.01 cf = jika anda memiliki alergi diruangan tersebut inilah penyebabnya.

(b) Produk konsumen yang sudah tinggal pakai kami sediakan, hanya cukup menggunakan kabel USB biasa untuk menyalakan, lampu indikator langsung akan menunjukkan kualitas udara pada ruangan.

Lampu menunjukkan 3 tingkat kualitas udara – hijau (baik), kuning (ok), dan merah (tidak baik). Jika kualitas udara tidak bagus di rumah Anda, hidupkan pembersih udara/ air purifier untuk menikmati tingkat kualitas udara dalam ruangan yang baik.

Sensor mendeteksi partikel (PM2.5) di udara. Namun tidak dapat mendeteksi gas/bau.

PM2.5 adalah partikel kecil yang dapat dihirup, berukuran 0,1-2,5 mikrometer.

Tidak ada saklar on/off. Untuk menyalakannya, cukup colokkan dan tunggu beberapa detik.

Setelah dinyalakan, lampu indikator akan mulai berkedip dari hijau ke kuning ke merah. Saat kedipan berhenti, sensor siap digunakan.

Ada port USB-C di bagian belakang bawah sensor.

Sensor tidak mengeluarkan suara saat dihidupkan.

Apakah bisa kita mengukur/ memeriksa kualitas udara untuk mendeteksi ukuran virus corona di udara ?
Kembali ke Atas